Ini Alasan Banyak Musisi Bunuh Diri
Sumber : PIKIRAN-RAKYAT.COM
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel
Dibaca: 67 kali

KABAR kematian Chester Bennington membuat pecinta musik rock -terutama penggemar band Linkin Park, berduka. Dikutip dari TMZ, kepolisian setempat melaporkan menemukan sang vokalis sudah dalam keadaan tak bernyawa pada Kamis 20 Juli 2017 pukul 9.00 pagi waktu setempat. Lokasi kejadian berada di kediamannya di Palos Verdes Estates di Los Angeles, Amerika Serikat.

Penyebab kematian Bennington menambah panjang deretan musisi yang meninggal akibat bunuh diri. Pada Rabu 17 Mei 2017 malam lalu, vokalis/gitaris Soundgarden Chris Cornell, ditemukan tewas di kamar mandi MGM Grand Detroit Hotel. Ia mangkat beberapa jam setelah band grunge yang ia komandoi menggelar konser. Dilansir The Sun, seorang paramedis menyatakan bahwa Cornell terbukti bunuh diri di kamar hotelnya dengan cara gantung diri.

Semasa hidup, Cornell beberapa kali mengalami masalah depresi. Dia juga memiliki persoalan ketergantungan terhadap alkohol. Pada 2015, Cornell sempat menceritakan tentang album solo pertamanya, "Euphoria Morning" (1999) kepada Rolling Stone.

"Album itu amat gelap secara lirik, dan cukup depresif. Aku melewati masa sukar dalam hidupku. Bandku bubar, pernikahanku berantakan, aku minum alkohol terlalu banyak, dan punya masalah terkait depresi," ujarnya.

Bunuh diri ala Kurt Cobain

Pentolan Nirvana yang juga merupakan "kolega" Cornell dari Seattle, Kurt Cobain, juga bunuh diri pada 1994. Pada 8 April 1994, mayat Cobain ditemukan di rumahnya di Lake Washington oleh seorang tukang listrik bernama Gary Smith yang datang untuk mengeset sistem keamanan.

Setelah autopsi dilakukan, Cobain diduga meninggal sejak 5 April 1994 setelah mengonsumsi heroin. Bekas diazepam pun ditemukan dalam darahnya. Selain memiliki riwayat mengonsumsi obat-obatan terlarang, Cobain juga memiliki penyakit bronkitis dan laringitis.

Pada Maret 1994, Cobain mencoba bunuh diri untuk pertama kalinya setelah menenggak campuran sampanye dan rohipnol. Ia selamat, namun percobaannya tak berhenti. Ketika ditemukan di hari kematiannya, ia memegang senjata dan diduga menembak dirinya sendiri. Ironisnya, sebelum ditemukan tewas, Cobain juga sempat mengambil foto dirinya sendiri yang berlaga bunuh diri dengan menempelkan pistol mainan pada kepalanya.

Mengapa mereka bunuh diri?

Secara medis, bunuh diri yaitu hasil dari kondisi depresi, suatu perasaan sedih luar biasa sehingga tidak mampu lagi merasakan arti hidup. Dalam kondisi depresi, seseorang akan mengalami kekacauan pikiran, perasaan, dan tindakan. Karena tak bisa lagi menikmati hidup, keputusan bunuh diri sering dianggap menjadi jalan pintas terbaik.

Pada 2015, Dianna Theadora Kenny, profesor di jurusan Psychology and Music, Universitas Sydney, menerbitkan hasil penelitiannya tentang kematian dalam dunia musik. Untuk penelitian yang terdiri dari tiga seri ini, Dianna mengambil data dari 12.665 musisi populer dari segala jenis genre yang meninggal dalam rentang 1950 hingga Juni 2014. Sekitar 90 persennya adalah lelaki. Data umur dan penyebab kematian dihimpun dari 200 sumber, mulai dari buku, situs genre musik tertentu, hingga sumber ensiklopedi digital seperti Wikipedia.

Selain kecelakaan, sakit jantung, atau kanker, bunuh diri juga termasuk penyebab lumayan besar kematian para musisi. Dalam rentang 2001-2010, tercatat ada 4,6 persen musisi yang meninggal bunuh diri.

Hal ini juga senada dengan temuan the Center for Suicide Research. Menurut Steve Stack, sang direktur lembaga tersebut, tingkat bunuh diri musisi itu tiga kali lebih besar ketimbang orang biasa. Salah satu penyebabnya adalah kreativitas yang kemudian melahirkan depresi. Tentu ini tidak terjadi pada semua orang kreatif.

"Jelas ada hubungan antara kreativitas dan sakit mental," ujar Dr. Christine Moutier, Chief Medical Officer untuk lembaga American Foundation for Suicide Prevention. Menurut dia, sekitar 90 persen orang yang melakukan bunuh diri memang punya masalah kejiwaan.

Menurut Christine, banyak artis atau musisi yang meninggal bunuh diri punya karakter nyaris sama, yakni dekat dengan perfeksionisme. Jika ini ditambah dengan gangguan mental seperti maniac depression dan bipolar, hidup para seniman bisa jadi amat rapuh.***

Program Absensi Siswa / Androiid
JL. Kalapanunggal, Kabapaten Sukabumi
0852-1082-9850 / 0815-2910-1866
Statistik User

    038121

    Pengunjung hari ini : 20
    Total pengunjung : 8434
    Hits hari ini : 63
    Total Hits : 38121
    Pengunjung Online : 1
Polling

    Bagaimana menurut anda Newssmi?

    Objetifikasitkah Berita Kami
    Puaskah Anda Dengan Kami

    Lihat Hasil Poling
Bara Cipta Media Disain Arsitek
Ingin Bangun Rumah tetapi Dana Cekak? Ikuti Program Ini Direktorat Perumahan Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Download
Copyright © 2017 News SMI All rights reserved.
Design & Server : Bara Cipta Media