Ini Penjelasan PNS Pemkab Bandung yang Berfoto Cawagub Jabar
Sumber : NEWS.DETIK.COM
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Daerah
Dibaca: 23 kali

Kabupaten Bandung - Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bandung inisial AJ akan dipanggil Panwaslu Kabupaten Bandung karena berfoto bersama dengan bakal calon wakil gubernur Jabar.

AJ diduga melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) karena menunjukkan perbuatan yang mengindikasikan keberpihakan kepada pasangan calon tertentu berkaitan Pilgub Jabar 2018.

AJ yang menjabat sebagai Kepala Harian BPBD Kabupaten Bandung itu mengatakan, foto bersamanya dengan bakal calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang tersebar di media sosial terjadi beberapa waktu lalu.

script Baca Juga: Foto Bersama Cawagub, Pejabat Pemkab Bandung Dipanggil Panwaslu

Ia mengakui, jika bupati Purwakarta itu sempat mengunjungi rumahnya beberapa waktu lalu. Namun demikian, bukan berarti dirinya mendukung atau mempunyai keberpihakan kepada Dedi.

"Kehadiran Pak Dedi ke rumah saya itu tidak sengaja. Dia dan rombongan hanya mampir, masa saya harus menolak atau menghidar ketika ada tamu yang mampir untuk bersilaturahmi," kata AJ, kepada wartawan di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (29/1/18).

Ia mengungkapkan, malam itu ada acara pagelaran budaya yang berada di dekat rumahnya. Hanya memang saat itu Dedi Mulyadi melewati rumahnya dan oleh istrinya dipersilahkan masuk ke rumah.

Selain itu, menurut AJ istrinya itu memang seorang kader Partai Golkar Kabupaten Bandung yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung.

Tempat pelaksanaan acara itu jaraknya sekitar 500 meter. Karena istri AJ sebagai seorang kader tentu ingin menghormati Ketua DPD Golkar Jabar yang menggelar acara di sekitar rumahnya.

"Saat itu saya sedang di rumah. Tiba-tiba istri saya mengajak Pak Dedi yang lewat rumah mau ke acara diajak mampir dulu. Sebagai tuan rumah ya menyambut saja. Saya posisinya pasif ada di dalam rumah, tidak ada unsur kesengajaan, tidak ada keberpihakan," ungkap AJ.

Detikcom sempat melihat poto yang menjadi polemik itu. Di foto itu, AJ bersama Dedi dan Anggota DPRD Kabupaten Bandung mengacungkan jempol.

"Ada yang mengajak berfoto saya dengan Pak Dedi dan diunggah ke media sosial. Soal dalam foto saya terlihat mengacungkan jempol, bukan menganggap bagus Pak Dedi, tapi itu simbol Sabilulungan khas Kabupaten Bandung. Itu posisinya rumah saya, bukan rumah orang lain dan saya bukan datang ke rumah orang lain. Yang upload bukan saya dan saya tidak tahu siapa yang menguploadnya," ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, lanjut AJ, ia akan lebih berhati-hati. Karena sebagai PNS dan juga pejabat publik ia sangat menyadari posisi dan jabatannya. Namun karena posisinya saat itu tidak memungkinkan untuk menghindar atau pergi meninggalkan rumah, ia mengaku tak bisa berbuat banyak.

"Saya sebagai PNS tahu dan saya netral. Ke depannya hal seperti ini tidak akan terulang lagi. Saya ambil hikmahnya saja. Mengenai pemanggilan oleh Panwaslu sebagai warga yang baik saya akan penuhi setelah berkonsultasi dengan Kesbangpol," pungkasnya.

Program Absensi Siswa / Androiid
JL. Kalapanunggal, Kabapaten Sukabumi
0852-1082-9850 / 0815-2910-1866
Statistik User

    041324

    Pengunjung hari ini : 9
    Total pengunjung : 9486
    Hits hari ini : 19
    Total Hits : 41324
    Pengunjung Online : 1
Polling

    Bagaimana menurut anda Newssmi?

    Objetifikasitkah Berita Kami
    Puaskah Anda Dengan Kami

    Lihat Hasil Poling
FAQ Newssmi Info all
Baca agar anda mengerti tentang aturan Newssmi dan tata tertib yang berlaku
Download
Copyright © 2018 News SMI All rights reserved.
Design & Server : Bara Cipta Media