NEWS.DETIK.COM

Bareskrim Tetap Tunggu Hary Tanoe Hingga Sore
Sumber : NEWS.DETIK.COM
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal
Dibaca: 50 kali

Jakarta - Hary Tanoesoedibjo melalui pengacaranya meminta pemeriksaan dalam kasus dugaan SMS ancaman kepada jaksa Yulianto ditunda. Namun pihak Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri belum menerima surat permintaan penjadwalan ulang pemeriksaan dari pihak Hary Tanoe.

"Belum terima (surat ketidakhadiran)," kata Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (4/7/2017).

Baca juga: Kasus SMS Ancaman, Hary Tanoe Minta Pemeriksaan Ditunda

Fadil menegaskan tim penyidik akan menunggu kehadiran Hary Tanoe hingga sore hari ini. Hary Tanoe hingga pukul 10.20 WIB belum hadir memenuhi panggilan.

Salah satu pengacara Hary Tanoe, Adi Dharma Wicaksono sebelumnya meminta kliennya jadwal ulang pemeriksaan. Pihak Hary Tanoe meminta pemeriksaan dijadwalkan pada tanggal 11 Juli.

"Belum hadir. Kita tetap menunggu sampai sore nanti," kata Fadil.

Bila Hary Tanoe tidak bisa hadir pemeriksaan pada hari ini, maka penyidik Bareskrim akan menjadwalkan ulang pemeriksaan pada Jumat (7/7) besok.

"Panggilan kedua, Jumat," kata Fadil.

Rencananya surat permintaan penundaan pemeriksaan tersebut rencananya akan disampaikan oleh pengacara Hary Tanoe lainnya, Hotman Paris Hutapea.

"Hotman Paris yang nanti akan menyampaikan surat itu, kemungkinan, harusnya hari ini," ujar Adi dihubungi terpisah.

Dalam kasus ini, Direktorat Siber Bareskrim Polri menetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka kasus dugaan SMS ancaman berdasarkan gelar perkara pada 14 Juni 2017. Keesokan harinya, pada 15 Juni dikirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Hary Tanoe.

Penetapan tersangka Hary Tanoe didasari hasil gelar perkara dengan alat bukti keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk.

Bareskrim juga mengirimkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri Hary Tanoe Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Masa pencekalan Hary Tanoe berlaku sejak tanggal 22 Juni 2017 untuk 20 hari.

Hary Tanoe dijerat dengan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Ancaman pidana penjaranya 4 tahun.
(fai/fdn)

LIHAT SUMBER NEWS.DETIK.COM
0 Komentar :

Kirim
Table 'u884451842_news.bc_users' doesn't exist